History

THE HISTORY OF SDIT AN NAJAH

Istilah Pendidikan Islam Terpadu muncul bukan dengan kesan Islam dalam bentuknya yang original (asli) sebagai ajaran yang tidak integrated, melainkan istilah ini muncul dari situasi dimana Islam dibuat terpisah dengan berbagai lini kehidupan oleh sekularisme. Faham sekuler telah berhasil meminggirkan Islam ke sudut sempit dalam ruangan pola pikir dan tingkah laku generasi Islam. Oleh karenanya munculah gerakan Pendidikan Islam Terpadu sebagai bentuk perlawanan terhadap sekularisme secara konseptual, ideologis dan sistemik. Gerakan ini sesungguhnya ingin mengembalikan wujud Islam dalam bentuknya yang asli dan orisinal.

1. Paradigma Pendidikan Islam Terpadu

Pendidikan Islamterpadu, pada substansinya ingin menampilkan Islam dalam dunia pendidikan kita sesuai dengan sifat aslinya yang syumul (menyeluruh), kamal (sempurna) dan universal. Dalam konteks ini, kurikulum pendidikan Islam terpadu harus berbasis pada paradigma dan falsafah pendidikan sebagaimana telah diletakkan Rasulullah Saw. Sebagai misal, Rasulullah Saw. telah memerintahkan kepada kita sebagaimana sabdanya; Artinya; “ Ajarkanlah kalimat la ilaha illallah sebagai kalimat pertama kepada anak-anak kalian” (H.R. al-Hakim dari Ibnu Abbas). Prinsip pendidikan aqidah dalam konsep Pendidikan Islam Terpadu tidak semata-mata diajarkan dalam satuan mata pelajaran, melainkan seluruh rangkaian mata pelajaran dapat dintegrasikan untuk menunjukkan satu bukti bahwa Allah memang satu-satunya Illah yang pantas diibadahi di dunia ini,adapun bukti-buktinya bisa diterangkan di pelajaran lain. Misalnya seorang guru biologi bisa menerangkan keesaan Allah Swt. dalam penciptaan manusia, dan bisa digabungkan dengan keterangan dalam Alquran surat al-Alaq. Contoh lain, sebagaimana diterangkan Prof Dr. Hasan Langgulung dalam tulisannya “Asas-asas Pendidikan Islam”, menyebutkan salah satu paradigma pendidikan Islam adalah Islam meyakini bahwa yang dimaksud wujud bukanlah hanya materi yang kasat mata, akan tetapi kedua-duanya yakni materi dan ruh yang ghaib” Paradigma ini bisa diturunkan dalam praktek kurikulum pengajaran bidang studi Al-quran dengan membawakan surat An-Naas misalnya Surat An-Naas adalah surat pendek yang mudah dihafal anak, diantara isinya yang disebut makhluk hidup bukanlah yang kasat mata seperti manusia saja, tapi ada jin yang tidak bisa dilihat manusia juga dinamakan makhluk hidup. Lewat surat An-Naas seorang ustadz/ah bahasa juga bisa menerangkan hikmah dan keajaiban surat ini dari segi bahasa dan sastranya. Sebagaimana dicatat seorang sastrawan terkenal Musthafa Shadiq ar-Rafi’ Rahimahumullah, bahwa komposisi huruf akhir setiap penggalan ayat dalam surat an-Naas memakai kata An-Naas yang berulang-ulang, dan disitu ada huruf س yang merupakan huruf berdesis yang paling akrab di telinga anak hingga mudah dihafal. Ini bisa jadi bukti keindahan yang diciptakan oleh Sang Maha Indah Allah Swt. lebih detail pada satuan-satuan mata pelajaran oleh lembaga Pendidikan yang mengusung pendidikan Islam terpadu. Lain dari itu, konsep integrasi dalam pendidikan Islam bisa dilihat dari contoh yang diajarkan Rasulullah Saw. yang memadukan antara masjid, dan pengajaran ilmu. Praktek-praktek beribadah seperti salat berjamaah di masjid bisa diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan intra maupun ekstra-nya, yang pada ujungnya bisa membentuk kedisiplinan anak lewat pembiasaan ini.

2. Realisasi SDIT An Najah

Begitu hebat pendidikan Rasulullah Saw. bagaimana masyarakat Indonesia mengaktualisasikan pendidikan tersebut dengan berbagai macam ragam kultur budaya. Pada dasarnya pendidikan Islamterpadu sudah banyak berkembang di sekolah-sekolah perkotaan, namun beberapa daerah di pinggir kota belum banyak menerapkan pola pendididkan tersebut seperti halnya daerah Jatinom. Berangkat dari rasa empati ingin mewujudkan sekolah Islam seperti yang berkembang di perkotaan, Bapak H. Musta’in Harto Kartono yang pernah menjabat sebagai Pimpinan Cabang Muhammadiyah Jatinom periode Muktamar 43-45 (tahun 1995-2010) tepatnya tanggal 19 Desember 2004 memanggil para pengurus Global Islamic School yang merupakan perintis PG & TKIT An Najah untuk merumuskan Sekolah Dasar Islam Terpadu yang bertujuan mencetak generasi Islam berkarakter, memiliki integritas, dan bermoral tinggi, serta mempunyai kompetensi di bidang profesinya masing-masing. Sebuah perjalanan yang tidak mudah untuk dirumuskan, namun demikian pengurus Global Islamic School mencoba untuk lebih merapat dan melihat sekolah-sekolah yang memiliki dasar pendidikan Islam yang cukup. SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta adalah salah satu sekolah yang dipandang berhasil mencetak generasi Islam sejak dini, berkualitas dan mampu menghadapi tantangan di era globalisasi. Maka dari itu para penguruspun mulai “ngangsu kawruh” pada SD Muhammadiyah Sapen Langkah kerja sama terbentuk dari konsep pendidikan, pengadaan sarana prasarana, perangkat pembelajaran sampai pada seleksi penerimaan dewan asatidz yang memang masih minim pengetahuan para pengurus Global Islamic School tentang hal tersebut. Oleh karena itu seleksi dewan asatid untuk pertama kali dilakukan sepenuhnya oleh tim SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta dan menghasilkan 6 orang asatid yang kemudian belajar di SD Muhammadiyah Sapen selama satu bulan. Tanggal 18 Juli 2005 SDIT An Najah berdiri dan belum memiliki gedung sendiri, maka untuk sementara menempati Madrasah Diniyah Muhammadiyah “Tahdzibus Sibyaan” yang terletak di depan Masjid Besar Jatinom. Disana ada empat lokal, diantaranya; 1 lokal kantor dewan asatidz, 1 lokal perpustakaan, 2 lokal ruang kelas dengan jumlah santri pada saat itu 48. Seiring perjalanan SDIT An Najah mampu meraih prestasi dalam beberapa lomba yang diikuti antara lain; Juara I lomba mewarnai dalam rangka HUT Korem 074/Wawaspratama tanggal 23 maret 2006 atas nama Hasna Nur Afifah, Juara I Lomba Pidato Bahasa Jawa tingkat SD dalam rangka Hut RI se- Kec. Jatinom tanggal 8 Januari 2006 atas nama Annida Fatkhurizkia, Juara I Lomba Sempoa Modul I B tingkat TK dan SD se-Kab. Klaten tanggal 12 Februari 2006 atas nama Bagus Aji Damara. Juara I loma Paduan Suara Muhammadiyah SD/MI se-Kab. Klaten tanggal 16 Nopember 2008, Juara I Lomba Cerdas Cermat SD Islam se- Kab. Klaten tanggal 31 Januari 2009 atas nama Lilia Nur Rahmawati Suprapto, Aliya Fajriya dan Kholisotul Mar’ah Azizah dan tidak mau kalah dengan santri ustadzah Febriana Dyah Heratri, S.Pd meraih juara I lomba pidato Bahasa Jawa dalam rangka Hari Ibu se- Kec. Jatinom tanggal 12 Janauri 2007. Prestasi banyak diraih, dan SDIT An Najah pun dikenal masyarakat, sampai pada tahun ke tiga, dua kelas harus menempati gedung pondok pesantren Muhammadiyah “Roudhotun Nasyi’in”. Melihat hal ini para pengurus terus berupaya untuk menyiapkan ruang kelas yang standar, nyaman dan representatif. Mengingat proses kegiatan belajar mengajar santri ketika berada dalam kelas, arti ruangan kelas akan menjadi sangat vital dan penting. Pada tahun ke tiga berdirinya SDIT An Najah, alhamdulillah berkat rahmat Allah Swt. para pengurus Global Islamic School dapat mewujudkan impian untuk memiliki gedung sendiri dengan ruang kelas yang cukup nyaman dan representatif. Tepatnya pada hari Selasa tanggal 26 Agustus 2008 gedung SDIT An Najah diresmikan. Dalam acara peresmian tersebut hadir di antaranya; para wali santri, Bapak Bakir Manan, S. Ag, Bapak Drs. Purwoko, M.Si., Bapak H. Musta’in Harto Kartono dan Bapak Sunarna, S.E, M.Hum selaku Bupati Klaten serta beberapa tamu undangan lainnya. Peresmian gedung ditandai dengan simbolik penandatanganan prasasti oleh Bupati Klaten Sunarna, S.E, M.Hum.

Search

Statistic Pengunjung

User Online : 0
Visitor Today : 0
Visitor Yesterday : 2
Total Visitor : 343