Shalat Gerhana Bulan SDIT Munajat, “Mentadaburi Gerhana Bulan di Langit Jatinom”

By Sdit

November 10, 2022
WhatsApp Image 2022-11-09 at 15.52.36 (2)

Suasana mendung menyelimuti langit Jatinom pada hari Selasa (8/11), yang bertepatan dengan 13 Rabiul Akhir 1444 H. Pada pukul 16.00 WIB santriwan santriwati kelas 6 ke SMPIT An Najah Jatinom untuk mengikuti rangkaian acara shalat gerhana bulan. Kegiatan sore itu diawali dengan halaqah tahfidz murajaah surat al Mulk dan al Qolam, kemudian dilanjutkan materi sains tentang gerhana bulan oleh Ustadzah Ambriyati, S.Pd.

Setelah itu para santri istirahat makan sore, dilanjutkan persiapan sholat magrib. Muadzin pada kegiatan ini yaitu Rizqi Khairul Umam. Sedangkan Ustadz Nabih sebagai imam sholat magrib.

Sebelum melakukan shalat gerhana bulan para santri melakukan sholat ba’diyah magrib, dilanjutkan shalat gerhana bulan yang dipimpin oleh Ustdaz Israfil. Rakaat pertama membaca surat al Baqoroh sampai ayat 29 dan rakaat 2 membaca surat al Hasyr.

Para santri begitu kusyuk dalam mengikuti shalat gerhana bulan. Para santri berujar bahwa ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka. Setelah shalat selesai, dilanjutkan khutbah oleh ustadz Firmansyah, yang menjelaskan tentang tujuan diamalkannya sholat gerhana adalah berlindung kepada Allah Swt. agar dijauhkan dari bala (cobaan).

“Ketika Nabi Muhammad Saw. masih hidup, gerhana matahari terjadi pada hari yang bersamaan dengan wafatnya Ibrahim atau putra Nabi Saw.” (HR Bukhari).
Rasulullah Saw. bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Artinya: “Sesungguhnya Matahari dan Bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah sholat, dan bersedekahlah.” (HR Bukhari).

Selanjutnya jamaah shalat isyak. Shalat isyak kali ini yang menjadi muadzin adalah Rafif Azmi Mabruri, sedangkan imam shalat yaitu Ustad Musta’in, selaku Pengurus BP3K An Najah. Beliau juga menyampaikan bedah materi Islam terpadu tentang shalat gerhana bulan yang terdapat dalam surat Yasin ayat 40.
Allah Swt. berfirman,

لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

“Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya (orbit).”

Ayat ini menjelaskan bahwa terjadinya gerhana adalah ketika matahari, bulan, dan bumi berada di satu garis lurus. Jika bulan menghalangi cahaya matahari ke bumi, maka itu adalah gerhana matahari. Jika bumi menghalangi cahaya matahari sampai ke bulan maka disebut dengan gerhana bulan.

Kemudian acara diakhiri dengan foto bersama dengan Ustad Musta’in. Alhamdulillah acara pada malam itu berjalan dengan lancar. Semoga kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin ketika terjadi fenomena alam, dan semoga menjadi teladan bagi sekolah lain untuk dapat melakukan shalat gerhana bulan.


============================
Jatinom, 9 November 2022
Panitia Shalat Gerhana Bulan 2022